Update! 10 Perbedaan Penyebab Rambut Rontok Parah pada Wanita dan Pria

Rambut rontok adalah masalah umum yang bisa dialami siapa saja, tetapi penyebab rambut rontok pada wanita dan penyebab rambut rontok pada pria sering kali berbeda. Pada wanita, faktor seperti stres, perubahan hormon, dan penggunaan alat styling dapat membuat rambut lebih rapuh dan mudah patah. Sementara pada pria, kerontokan sering dipicu oleh faktor genetik atau hormon dihydrotestosterone (DHT) yang mempercepat penipisan rambut. Simak lebih lanjut mengenai 10 perbedaan penyebab rambut rontok pada wanita dan pria pada artikel berikut ini.
Mengapa Rambut Rontok Parah Perlu Ditangani dengan Tepat?
Rambut adalah mahkota yang mempengaruhi kepercayaan diri dan penampilan seseorang. Ketika rambut menipis atau mengalami kebotakan, dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional seperti stres dan turunnya rasa percaya diri.
Karena itu, penting untuk memahami penyebab spesifik rambut rontok agar dapat memilih perawatan yang sesuai. Salah satu solusi yang telah terbukti efektif adalah rangkaian Kérastase Genesis Anti Hair-Fall, yang dirancang untuk menargetkan penyebab kerontokan dari akar hingga batang rambut.
Perbedaan Penyebab Rambut Rontok Parah pada Wanita dan Pria
Meskipun sama-sama mengalami kerontokan, penyebab rambut rontok pada wanita dan pria memiliki perbedaan mendasar. Berikut adalah 10 faktor utama berdasarkan studi dermatologis.
1. Faktor Hormonal pada Wanita
Perubahan hormon adalah penyebab rambut rontok pada wanita yang paling umum. Contohnya, kerontokan rambut pada saat menyusui. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memicu telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara akibat perubahan fase pertumbuhan rambut. Selain itu, ada juga kondisi medis seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yang dapat meningkatkan kadar androgen dan menipiskan rambut di seluruh kulit kepala.
2. Faktor Genetik pada Pria
Faktor genetik adalah penyebab rambut rontok pada pria yang paling dominan. Seperti Androgenetic Alopecia, yaitu jenis kerontokan rambut yang paling sering terjadi dan dipengaruhi oleh faktor keturunan dan hormon androgen, terutama Dihidrotestosteron (DHT).
Androgenetic alopecia atau dikenal sebagai Male Pattern Baldness, umumnya dimulai dengan garis rambut yang mundur (membentuk pola M) dan penipisan di area atas kepala (vertex), yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kebotakan sebagian atau total.
3. Stres dan Tekanan Emosional
Stres fisik maupun emosional dapat memicu kerontokan rambut pada pria maupun wanita. Saat stres, tubuh menghasilkan kortisol berlebih yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Studi menunjukkan wanita lebih rentan mengalami kerontokan menyeluruh akibat stres, sementara pria lebih mungkin mengalami pola penipisan di area tertentu. Selain itu, stres kronis juga bisa memicu Alopecia Areata atau kebiasaan mencabut rambut (trikotilomania) pada kedua jenis kelamin.
4. Pola Makan dan Nutrisi
Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat memperburuk kerontokan. Pada wanita, diet ekstrem sering menyebabkan kekurangan zat besi, vitamin D, zinc, dan biotin, semua penting untuk memperkuat folikel rambut.
Sementara itu, pada pria, pola makan tinggi lemak jenuh atau kolesterol dapat mengganggu sirkulasi darah di kulit kepala, memperburuk kerontokan.
Baca juga: Ternyata, Begini 7 Cara Menumbuhkan Rambut dengan Cepat
5. Perawatan Rambut yang Berbeda
Perawatan dan gaya rambut yang salah juga menjadi faktor besar. Wanita lebih sering menggunakan alat panas (catokan, hair dryer), pewarna rambut, dan gaya rambut ketat seperti kuncir kuda yang dapat memicu traction alopecia.
Pada pria, penggunaan produk rambut dengan alkohol tinggi atau mencukur kulit kepala terlalu sering dapat menimbulkan iritasi yang melemahkan folikel rambut.
6. Penyakit dan Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis menjadi pemicu kerontokan. Pada wanita, penyakit autoimun seperti Lupus atau gangguan tiroid (hipotiroidisme/hipertiroidisme) dapat menjadi penyebab rambut rontok parah pada wanita. Pada pria, infeksi kulit kepala seperti tinea capitis (kurap) juga dapat menyebabkan area botak lokal.
7. Pengaruh Lingkungan dan Polusi
Paparan polusi udara dapat menurunkan kadar protein penting di folikel rambut, memperlambat pertumbuhan, dan menyebabkan rambut rapuh. Wanita yang memiliki rambut panjang biasanya lebih terekspos terhadap polusi, sehingga kerusakan rambutnya lebih terlihat.
8. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Merokok dapat mengurangi aliran darah ke folikel rambut dan menghasilkan radikal bebas yang mempercepat kerontokan. Sedangkan, konsumsi alkohol berlebihan dapat menghambat penyerapan nutrisi penting seperti zinc dan vitamin B kompleks. Keduanya memperburuk kondisi rambut baik pada pria maupun wanita.
9. Efek Obat-obatan dan Pengobatan Medis
Beberapa obat dapat menyebabkan rambut rontok sementara. Miisalnya, kemoterapi, obat tekanan darah tinggi, antidepresan, dan obat pengencer darah. Pada wanita, obat anti-androgen seperti spironolactone digunakan untuk menekan efek hormon penyebab kerontokan. Pada pria, finasteride atau dutasteride digunakan untuk menghambat produksi DHT.
10. Usia dan Faktor Penuaan
Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut melambat. Pria sering mengalami kebotakan pola pria mulai usia 30-an. Sementara pada wanita, kerontokan terjadi secara menyeluruh di area atas kepala, terutama setelah menopause, tanpa kebotakan total.
Solusi Perawatan Rambut Rontok Parah dengan Rangkaian Genesis Anti Hair-Fall
Memahami perbedaan penyebab rambut rontok parah pada wanita dan penyebab rambut rontok pada pria menjadi langkah awal untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Kérastase menghadirkan rangkaian Genesis Anti Hair-Fall yang diformulasikan untuk mengatasi dua jenis kerontokan rambut: rontok akibat patah (dari akar) dan rontok karena rapuh (dari batang rambut), dengan menyesuaikan kebutuhan spesifik rambut pria dan wanita.
Rangkaian Genesis diperkaya dengan bahan aktif seperti Aminexil, Edelweiss Native Cells, dan Ginger Root untuk memperkuat batang rambut dan mengurangi kerontokan. Berikut adalah produk-produk kunci dalam rangkaian Genesis.
Shampoo Kérastase Bain Hydra-Genesis & Bain Nutri-Genesis
Shampoo Kérastase Bain Hydra-Genesis ideal untuk rambut normal hingga berminyak. Formulanya membersihkan kulit kepala dengan lembut dan membantu mengurangi kerontokan dari akar. Sedangkan, Shampoo Kérastase Bain Nutri-Genesis cocok untuk rambut kering dan tebal yang rentan patah, memberikan kelembapan dan nutrisi intensif.
Baca juga: 5 Cara Tepat Menggunakan Shampo yang Bagus untuk Rambut Rontok
Conditioner Kérastase Fondant Genesis
Conditioner Kérastase Fondant Genesis dirancang untuk melembutkan dan memperkuat batang rambut agar tidak mudah patah saat disisir.
Kérastase Hair Serum Genesis
Serum anti-rontok harian yang memperkuat folikel rambut, melindungi dari stres eksternal, dan meningkatkan ketahanan rambut.
Kérastase Genesis Defense Thermique
Heat protectant atau pelindung panas tanpa bilas yang menjaga rambut dari kerusakan akibat alat styling hingga suhu 220°C.
Tips Tambahan Merawat Rambut Rontok pada Pria dan Wanita
Selain menggunakan rangkaian Genesis, terapkan tips gaya hidup berikut untuk mendukung kesehatan rambut Anda:
- Gunakan produk perawatan secara konsisten agar hasilnya optimal.
- Konsumsi makanan bergizi, kaya protein, zat besi, dan vitamin D.
- Kelola stres, lakukan relaksasi, olahraga ringan, dan tidur cukup.
- Jaga kebersihan kulit kepala agar folikel tetap sehat.
Memahami perbedaan penyebab rambut rontok parah pada wanita dan penyebab rambut rontok pada pria sangat penting untuk menentukan strategi perawatan yang tepat. Pelajari lebih lanjut mengenai rangkaian Kérastase Genesis untuk solusi anti hair fall yang efektif. Bila Anda membutuhkan diagnosa rambut lebih dalam, coba diagnosa rambut onlineoleh Kérastase atau kunjungi Salon Partner Kérastase agar Anda mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat.
Sumber:
- Dinh, Q. Q., & Sinclair, R. (2007). Female pattern hair loss: current treatment concepts. Clinical Interventions in Aging, 2(2), 189–199. PMC
- Suchonwanit, P., Thammarucha, S., & Leerunyakul, K. (2019). Minoxidil and its use in hair disorders: a review. Drug Design, Development and Therapy, 13, 2777–2786.
- Saleh, D., & Fitzgerald, J. B. (2024). Telogen Effluvium. StatPearls Publishing.
- Goretti, G. A., & Lodi, C. (2020). Hair Loss Due to Environmental Factors: A Review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 13, 1061–1070.